Tampilkan postingan dengan label Obat strees 'n' diri anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat strees 'n' diri anda. Tampilkan semua postingan

07/09/07

Gara-gara Duit Gocap

Seorang suami yang sedang asik dengan istrinya,
tiba-tiba dikagetkan dengan gedoran pintu anaknya.
"Paakkk..bapak, minta duit gocap dong, buat beli layangan..."
Terpaksa, ia menahan diri sedikit.
Gagal deh hari ini, pikirnya.

Besoknya, ia mulai lagi.
Pada saat udah setengah tiang,
tiba-tiba anaknya menggedor pintu lagi.
"Pakkkkkk, minta duit dong, buat beli layangan,
masa gocap aja nggak di kasih..."
Jengkel dia, terpaksa hari ini juga gagal lagi.

Besoknya, diulangi lagi,
kali ini pas lagi hampir-hampir - hhheeeh..- tiba-tiba anaknya
nggedor pintu lagi, kali ini lebih keras.
"Paaaakkkk, minta duit gocap dooooong, buat beli layangan..!!"
Tapi, rupanya si bapak ini udah nggak bisa nahan lagi.
Pikirnya, ah biarin aja, bodo amat, nanggung nih...
Pada saat hampir puncaknya, tiba-tiba pintu didobrak.
Terpaksa deh, ia cabut dan "melezit" pada saat di luar.
Si bapak ini langsung dengan jengkelnya ngomel,
"Lihat tuh, gara-gara duit gocap, adikmu bececeran di dinding..!!!!"
Read More ..

28/07/07

Motivasi minggu ini

Bersyukur pada apa saja

Anda wajib mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntut anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namau, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan.

Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima. Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, anda takkan pernah berhasil menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan anda.


Malaikat pelindung

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada tuhan. “ya tuhan, engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”.

Tuhanpun menjawab. “diantara semua malaikat-ku, aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.” Si kecil bertanya lagi, “tapi, disini, disurga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia. Tuhanpun menjawab, “tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua akan membuatmu bahagia.” Namun si kecil bertanya lagi, “bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika tak tahu bahasa apa yang mereka pakai?”

Tuhanpun menjawab, “malaikatmu itu, akan membisikanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahsa manusia.” Si kecil bertanya lagi, “lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu ya tuhan?”

Tuhan pun kembalimenjawab, “malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan mengajarkanmu untuk berdoa.” Lagi-lagi si kecil menyelidiki, “namun, aku mendengar disana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?

Tuhanpun menjawab, “tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun, sikecil kini malah sedih, “ya tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihatmu lagi.

Tuhan menjawab lagi, “malaikatmu, akan selalu mengajarkanmu keagungan-ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-ku. Walau begitu, aku akan selalu ada disisimu.”

Hening kedamaian tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sanyup-sanyup. “ya tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku....?”

Tuhanpun kembali menjawab. “nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan : ibu...”

Read More ..

26/07/07

Cerpen

TANGIS UNTUK ADIKKU

Aku dilahirkan disebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil, hari demi hari orang tua ku membajak tanah kering kuning, dan punggungnya menghadap kelangit. Aku mempunyai seorang adik yang 3 tahun lebih mudah dariku. Yang mencintaiku lebih dari aku mencintainya.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sarung tangan yang mana smua gadis di sekelilingku memilikinya, aku mencuri 50 sen dari laci ayahku, ayah segerah menyadarinya, dan membuat kami berdua berlutut didepan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu.?” Beliau bertanya, aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku, jadi beliau bertanya, “baiklah, kalau begitu, kalian layak dipukuli”.
Dia mengangkat tongkat bambu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkram tangannya dan berkata, “ayah..aku yang melakukannya…”
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marah sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai beliau keabisan nafas. Sesudahnya, beliau duduk diranjang batu bata kami dan memarahi, “kamu sudah berani mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apalagi yang akan kau lakukan dimasa mendatang..?kamu layak mati, kamu pencuri tak tau malu”
Malam itu aku dan ibuku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya dipenuhi luka, tetapi ia tidak menitikan air mata setetes pun. Di pertangahan malam itu aku menangis maraung-raung. Adikku menutup mulutku denagn tangan kecilnya dan berkata, “kak, jangan menangis lagi sekarang semua itu sudah terjadi”.
Aku masih membenciku karena tidak memiliki keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun sudah lewat namun insidat itu masih terasa baru kemarin. Aku tidak akan lupa wajah adikku ketika melindungiku. Waktu itu adikku berusia 8 tahun da aku 11 tahun.
Ketika adikku berada pada tahun terakhit di SMP, ia lulus untuk masuk SMA dipusat kabupaten, pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk universits provinsi. Malam itu ayah berjongkok di halaman, sambil menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengar ayah berkata, “kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik, hasil yang begitu baik”, ibu mengusap air matanya sambil menghela nafas. “apa gunanya? bagaimana mungkin kita bias membiayai keduanya sekaligus”
Saat itu juga adikku berjalan keluar kehdapan ayah dan berkata, “ayah saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi”.
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.”mengapa kau memiliki jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika saya harus mengemis dijalan, saya akan menyekolahkan kalian berdua sampai selesai”
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah didusun-dusun untuk meminjam uang, aku menjulukan tangan selembut yang aku bisa kemuka adikku yang membengkak, dan berkata. “seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya sampai selesai, kalau tidak ia tidak akan meninggalkan jurang kemiskinan ini” aku, sebaliknya memutuskan untuk tidak meneruskan ke universitas.
Siapa sangka keesokan harinya, saat subuh datang. Adikku meninggalkan rumah dengan sehelai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang telah mengering. Dia menyelinap kekamarku dan menaruh secarik kertas diatas bantalku “kak, masuk universitas tidaklah mudah, saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang.”
Aku memegang kertas di atas tempat tidurku, dan aku menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu usia adikku 17 tahun dan aku 20.
Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun dan uang yang dihasilkan adikku dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ke 3. suatu hari aku sedang belajar dikamarku, ketika temanku masuk dan memberitahukanku,”ada seorang penduduk dusun menggumu disana!”
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup semen dan pasir. Aku menanyakan. “mengapa kau tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?”
Dia menjawab, tersenyum, “lihat bagaimana penampilanku, apa yang meraka pikir jika meraka tau kalau saya adalah adikku? Apa meraka tiadak akan menertawakanmu?”
Aku merasa terenyu, dn air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semua.dan tersekat-sekat dalam kata-kataku. “aku tidak peduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga.! Kau adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..!”
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaiannya kepadaku, dan terus menjelaskannya, “saya melihat semua gadis kota memakaiannya, jadi saya piker kamu harus mamilikinya satu..”
Aku taidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku kedalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu ia berusia 20 tahun dan aku 23 tahun.
Pertama kali aku membawa pacarku kerumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan terlihat bersih dimana-mana. Setelah pacarku pulang aku menari seperti gadis kecil didepan ibuku. “bu, ibu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membersikan rumah kita.!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “itu adalah adikmu yang pulang lebih awal untuk membersikan rumah ini, tidakkah kau melihat tangannya.? Ia terluka saat mengganti kaca jendela itu.”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku, melihat mukanya yang kurus, serasa seratus jarum menusukku. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya, dan membalut lukanya. “apa itu sakit?” aku menyakannya.
“tidak, tidak sakit, kamu tahu, ketika saya bekerja dilokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku di setiap waktu, bahkab itu tidak menghentikanku berkerja, dan….”di tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikan tubuhku memunggunginya, dan air mata deras turun kewajahku. Tahun itu adikku berumur 23 dan aku 26.
Ketika aku menikah aku tinggal di kota, tiap kali suami dn aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, dtetapi mereka tidak pernah mau, mereka mengatakan sekali meninggalkan dusun, mereka tidak tau harus berbuat apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan “kak, jagalah mertuamu, biar aku yang menjaga ibu dan ayah disini.”
Suamiku manjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mandapat pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolaktawaran tersebut, dan ia bersikeras memulai pekerjaan sebagai pakerja reparasi.
Suatu hari, adikku diatas sebuh tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat senagtan listrik dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya , saya menggerutu, “mengapa kamu menolak menjadi menejer? Manajer tidak pernah malakukan hal yang berbahaya yang seperti ini. Lihat kamu sekarang, lukamu begitu serius. Mengapa kamu tidak mendengarkan kami sebelumnya.?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “pikirkan kakak ipar ia baru saja menjadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan, jika saya menjadi manajer itu, berita apa yang akan dikirimkan?”
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian kuluar kata sepatah-sepatah, “tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“mengapa membicarkan masa lalu?” adikku menggemgam tanganku. Tahun itu ia berusia 26 tahun dan aku 29 tahun.
Adikku kemudian berusia 30 tahun ketika menikahi seorang gadis dari dusun itu. Dalam acara pernikahanya, pembawa acara itu bertanya kepadanya, “siapa orang yang kamu hormati dan kasihi?” bahkan tanpa berfikir ia menjawab “kakak ku”.
Ia kembali menceritakan sebuah kisah yang bahkan tidak dapat ku ingat. “ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang beerbeda, setiap hari kakakku dan saya berjalan selama 2 jam untuk pergi dan pulang kerumah. Suatu hari saya kehilangan satu dari sarung tanganku, kakakku memberikannya satu dari kepunyaannya, ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya gameteran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnuya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup saya akan menjaga kakakku dan berbuat baik kepadanya.
Tepuk tangan membanjiri ruang itu, semua tamu memalingkan pandangannya kepadaku.
Kata-kata yang begitu susah keluar dari bibirku, “dalam hidupku orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku” dan dalam kesempatan yang bahagia ini, didepan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran dari mataku seperti sungai……

Read More ..

25/07/07

cerita lucu...!

AIDS

Seorang istri tengah menantikan malam pertamanya dengan sang suami.
Suaminya ini adalah seorang pesepakbola terkenal yang telah banyak
dikontrak biro iklan untuk promosi produk.
Akhirnya sang suami yang ditunggu pun masuk kamar.

Dengan hati berdebar-debar sang istri melihat suaminya itu mulai
mencopoti pakaiannya satu demi satu.
Begitu bajunya terbuka, ia melihat tato bertulis NIKE
di dada kiri suaminya.
"Ini tato yang saya buat waktu saya dapat kontrak dengan
perusahaan sepatu NIKE," kata suaminya.
Sang istri manggut-manggut.
Demikian pula saat celana panjangnya terlepas,
sang istri melihat tato bertulis REEBOK di paha kanan suaminya.
"Kalau ini saat dapat kontrak dengan REEBOK," jelas suaminya lagi.
Sang istri pun mengangguk mengerti.

Akhirnya sang suami melepas lembar terakhirnya.
Sang istri kali ini berteriak kaget.
"Lho, Mas, kok tulisannya AIDS?"
katanya melihat tato di burung Si Mas.
"Jangan takut dulu, Dik... "
sahut sang suami sambil tersenyum lebar,
"makanya dilihat-lihat dulu.
Nanti tulisannya akan menjadi ADIDAS...!! " Read More ..

joke's

BRAIN TUMORDoctor: I regret to tell you that you have a brain tumor.
Mr. Bean: Yesss!!! (jumps in joy)
Doctor: Did you understand what I just told you?
Mr. Bean: Yes of course, do you think I'm dumb?
Doctor: Then why are you so happy?
Mr. Bean: Because that proves that I have a brain!****
MR. BEAN WHILE IN GRADE SCHOOL Teacher: What is 5 plus 4? Mr. Bean: 9
Teacher: What is 4 plus 5?
Mr. Bean: Are you trying to fool me, you've just twisted the figure,
the answer is 6!! ****WHILE IN A DRUG STORE
Mr. Bean: I'd like some vitamins for my grandson.Clerk: Sir, vitamin A, B or C?
Mr. Bean: Any will do, my grandson doesn't know the alphabet yet!!****
QUEUING BEHIND HIS FRIEND AT AN ATM MACHINE Friend: What are you looking at?
Mr. Bean: I know your PIN no., hee, hee.
Friend: Alright, what is my PIN no. if you saw it?Mr. Bean: four asterisks! ****
Friend: how many women do you believe must a man marry?Mr. Bean: 16Friend: Why?
Mr. Bean: Because the priest says 4 richer, 4 poorer, 4 better and 4worse. ****
CHATTING WITH HIS FRIEND
Friend: How was the tape you borrowed from me, is it Ok?
Mr. Bean: What do you mean ok, I thought it's a horror film.
I didn't see any picture.Friend: What tape did you took anyway?
Mr. Bean: Head Cleaner.****Mr. Bean: (crying) the doctor called, Mom's dead.
Friend: condolence, my friend.After 2 minutes Mr. Bean cries even louder
Friend: what now?Mr. Bean: my sister just called, her mom died too!****
MR. BEAN ATTENDING A MEETING
Colleague: Sorry I'm late. I got stuck in an elevator for 4 hrs.
because of a power failure.
Mr. Bean: Thats alright, me too...I got stuck on the escalator for 3 hrs.****
Spelling lessonMr. Bean's Son: Dad, what is the spelling of
successful....is it one c or two c?
Mr. Bean: Make it three c to be sure! **** Read More ..

15/07/07

Motivasi minggu ini

Tindakan kita sebatas kita memadag dunia
Bila anda memandang diri anda kecil, dunia tampak sempit dan pandangan pun menjadi kerdil. namun namum bila memandang diri anda besar, dunia terlihat luas dan anda pun melakukan hal-hal yang penting dan berharga.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. sementara dunia tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat, ia menggemakan apa yang ingin kita dengar, bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.
Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri, melampaui diatas itu kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan, dunia pun menampakan realitanya yang selama ini tersembunyi dibalik penilaian-penilain kita.
Read More ..

Cerita lucu

pusing belajar trus...? oke sekarang rileks dan lemaskanlah otot tegang anda dengan cerita lucu yang berikut ini....he.....he...he...

Anjing Terkuat

Zaman dulu di Inggris, ketika zaman para landlord memiliki anjing-anjing pemburu yang tangguh, tersebut seorang yang memiliki anjing dengan tinggi cuma 30cm. Saat ia berjalan-jalan, ia bertemuSir Graham yang memiliki anjing buldog gede danserem.
"Hai, orang asing," kata Sir Graham,
" anjingmu kecil sekali!" Orang itu menjawab, "Oya,
baiklah, kalo anjingmu bisa mengalahkan anjing ku
ini dalam 15 detik, kau kuberi 1000 keping emas."
Dan mereka mengadu anjingnya. Setelah 10 detik, darah berceceran dimana-mana. Si buldog hancur. Dan orang itu menerima 1000 keping emas dari pemilik buldog. Setelah berjalan sebentar, ia bertemu Sir John yang memiliki anjing blasteran herder dan serigala. Kali ini
pun ia menantang anjing serigala itu dengan waktu 20 detik dan taruhan 5000 keping emas. Anjing hereder itu hancur dalam 15 detik. Ketika ia akan pergi, Sir John menyarankannya untuk menemui raja yang memiliki anjing terkuat di seantero kerajaan.
Lalu orang asing itu pun menemui Raja dan menantang anjingnya dengan taruhan 10000 keping emas. Lagi-lagi anjing lawan dihancurkan. Terherean-heran, raja bertanya,
" Hebat sekali, anjing apa ini dan bagaimana kau melatihnya?"
Orang asing itu menjawab, "Oh, latihannya biasa-biasa
saja, dan rasnya pun saya sendiri kurang jelas. Tapi
kalo gak salah, sebelum ekornya dipotong dan diberi
kuping-kupingan, namanya buaya."

Yang Putih Atau yang Hitam?

Seorang gembala sedang menggembalakan dombanya. Seorang yang lewat berkata,
"Engkau mempunyai kawanan domba yang bagus. Bolehkan saya mengajukan beberapa pertanyaan tentang domba-domba itu?"
"Tentu," kata gembala itu.
Orang itu berkata, "Berapa jauh domba-dombamu
berjalan setiap hari?"
"Yang mana, yang putih atau yang hitam?"
"Yang putih."
"Ah, yang putih berjalan sekitar enam kilometer setiap hari."
"Dan yang hitam?"
"Yang hitam juga."
"Dan berapa banyak rumput mereka makan setiap hari?"
"Yang mana, yang putih atau yang hitam?"
"Yang putih."
"Ah, yang putih makan sekitar empat pon rumput setiap hari."
"Dan yang hitam?"
"Yang hitam juga."
"Dan berapa banyak bulu yang mereka hasilkan setiap tahun?"
"Yang mana, yang putih atau yang hitam?"
"Yang putih."
"Ah menurut perkiraan saya, yang putih menghasilkan
sekitar enam pon bulu setiap tahun kalau mereka dicukur."
"Dan yang hitam?"
"Yang hitam juga."
Orang yang bertanya menjadi penasaran.
"Bolehkah saya bertanya, mengapa engkau mempunyai
kebiasaan yang aneh, membedakan dombamu menjadi
domba putih dan hitam setiap kali engkau menjawab
pertanyaanku?" Gembala itu menjawab, "Tentu saja.
Yang putih adalah milik saya."
"Ooo, dan yang hitam?"
"Yang hitam juga," kata gembala itu.
Read More ..
In the News

Quote of the Day